AKSI NYATA BUDAYA POSITIF_CGP ANGKATAN KE-4

 

Rina Kurniasari,A.KS.,S.Pd 

Calon Guru penggerak Angkatan 4 SMA Pasundan 3 Bandung


"AKSI NYATA BUDAYA POSITIF"

LATAR BELAKANG

Aksi nyata Budaya Positif ini laksanakan, sesuai dengan Filosofi Ki Hadjar dewantara bahwa Guru harus dapat menuntun ( menjaga, memelihara) anak didik sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya, menentukan cita-citanya secara mandiri dan bertanggung jawab. Kemudian sekolah Seyogyanya berusaha menciptakan iklim pendidikan yang menumbuhkan pembiasaan positif yang dilakukan secara kontinyu dan sadar oleh setiap warga sekolah. Oleh Karena itu Saya ingin melakukan suatu Perubahan Praktik Budaya Positif dan kreatifitas sesuai Profil Pelajar Pancasila

 TUJUAN

1. Menumbuhkan Budaya Positif dengan Kesepakatan dan Keyakinan Kelas

2. Menanamkan Keyakinan Pembiasaan yang sudah dilaksanakan di sekolah

3. Membuat video pembelajaran kreatif kolaboratif di dalam pembelajaran

 

LANGKAH-LANGKAH TINDAKAN YANG DILAKSANAKAN

Ø   Mensosialisasikan pemahaman dalam menerapkan Budaya Positif dan Rencana aksi nyata tentang pembuatan Keyakinan Kelas dan Pembuatan Video Pembelajaran Kreatif dan Kolaboratif pada Kepala Sekolah dan Rekan Guru-Guru (Melalui webinar). Sebelumnya CGP melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah beserta jajarannya untuk menjadwalkan pelaksanaan Desiminasi Budaya Positif yang yang akan dilaksanakan secara daring via zoom Meeting. Juga Koordinasi dengan Fasilitator CGP Bapak Imran Tululi, S.Pd.,M.Pd dan Pengajar Praktik Ibu Farida, S.Pd.,M.Pd agar pelaksanaan Aksi nyata berjalan dengan baik.

Ø  Kolaboratif dengan rekan-rekan guru dalam pengembangan budaya positif di kelas dan di lingkungan sekolah.

Ø   Guru menjelaskan tentang pentingnya keyakinan kelas dan pembuatan video pembelajaran kreatif kolaboratif Kepada Siswa

Ø   Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat keyakinan kelas dan Video pembelajaran kreatif kolaboratif

Ø    Keyakinan kelas yang sudah dibuat di tanda tangani oleh Perwakilan kelas dan ditempel di dinding

Ø    Video pembelajaran kreatif kolaboratif di share di Youtube dan di dokumentasikan

Ø    Mendokumentasikan setiap kegiatan

Ø   Merefleksikan kegiatan dalam pengembangan budaya positif, dengan pembiasaan di kelas dan di sekolah

v PELAKSANAAN AKSI NYATA BUDAYA POSITIF  v


v   WEBINAR DESIMINASI  BUDAYA POSITIF  v


Webinar dilasanakan Pada Hari Senin, 17 Januari 2022 Pukul 13.00 sd 14.15





MATERI WEBINAR DESIMINASI BUDAYA POSITIF


       Dalam hal ini diibaratkan Guru adalah Petaninya, anak didik adalah benih tanamannya dan sekolah adalah ladangnya, maka Seorang Guru perannya memupuk, menyirami anak didik dengan kasih sayang merawatnya tumbuh kembang sesuai kodrat alam (minat bakat dan potensinya) dan kodrat jaman          ( sesuai dengan dimana saat ini anak didik tumbuh) Guru menuntun anak untuk mencapai cita-citanya dan berkarakter Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar Kritis Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong dan Kreatif. Maka perlu diciptakan Budaya Positif disekolah, Agar penanaman pembiasaan positif dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan kerjasama dan kolaboratif antara warga sekolah dan orang tua. Sebagai Guru Penggerak, mempunyai nilai dan peran yang penting dalam pembentukan karakter siswa sesuai “Profil Pelajar Pancasila”.

Di dalam mencapai tujuan pendidikan,  saatnya kita merubah paradigma dari “ Stimulus Respon” menjadi “Teori Kontrol”.Dari perbandingan ini, kita dapat memahami, bahwa yang bisa mengontrol kita adalah diri kita sendiri dan kita tidak bisa mengontrol orang lain, sehingga diperlukan suatu kolaboratif untuk mencapai kesepakatan bersama.

Selama ini, Motivasi perilaku manusia untuk disiplin,  umumnya berasal dari luar. Misalnya seorang anak didik datang ke sekolah tepat waktu dan tidak kesiangan dikarenakan takut di hukum guru. Saat inilah Guru saat ini harus dapat menanamkan keyakin pada anak tentang disiplin positif. Jadi anak didik  berperilaku baik karena untuk menghargai diri sendiri, dan menjadi insan sesuai harapan kita. Dengan kesadaran sendiri untuk bersikap baik tanpa paksaan.

 Dalam penanaman Budaya Positif inilah guru bersama anak didik membuat keyakinan kelas. Kenapa Tidak “Peraturan Kelas “saja ? Karena apabila berupa peraturan, akan terasa seperti dipaksa untuk melakukan dan apabila melanggar akan diberi hukuman. Hal ini berbeda dengan yang dikatakan “Keyakinan”. Apabila anak didik kita yakin akan sesuatu hal yang baik, maka akan timbul kesadaran untuk mamatuhinya. Dan yang tidak mematuhinya akan menerima konsekuensinya ( Motivasi intrinsik).

Berangkat dari Hal inilah, maka Saya sebagai Guru Penggerak, berupaya menanamkan Budaya Positif, diantaranya Membuat “Keyakinan Dan Kesepakatan Kelas”. Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai /keyakinan lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian peraturan-peraturan. Selain itu, lebih menguatkan kembali Pembiasaan Positif yang sudah kami laksanakan di sekolah, seperti mengawali pembelajaran dengan mengumandangkan Asma-Ulhusna, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembiasaan membantu orang tua di rumah sebagai wujud bakti pada orang tua.

 

v  PELAKSANAAN PEMBUATAN KESEPAKATAN DAN KEYAKINAN KELAS

Pembuatan Keyakinan Kelas dibuat bersama antara Calon Guru Penggerak dan Guru bersama Seluruh siswa kelas pada awal pembelajaran tatap muka Semester Genap. Dimana terlebih dulu Siswa Diberi pemahaman mengenai pembuatan Keyakinan kelas ini, sehingga apabila anak didik yakin dengan apa yang mereka sepakati, maka anak didik akan melaksanakan dengan ikhlas dan penuh kesadaran akan manfaat dan pentingnya Keyakinan itu, dan mau menerima konsekuensinya.

Sebagai Contoh : Di Kelas 11 IPS 4, Guru Penggerak Bersama Seluruh siswa, membuat “Keyakinan dan Kesepakatan Kelas”. Di awali dengan pembentukan 6 kelompok Siswa dan setiap kelompok berdiskusi dan membahas 1 “ Kesepakatan dan Keyakinan Kelas” setelah itu di sampaikan kepada teman-teman 1 kelas. Setelah semua sepakat, maka ditetapkan Sebagai “Kesepakatan dan Keyakinan Kelas”. Dari Hasil pembahasan, maka Kelas 11 IPS 4 menyepakati

Keyakinan kelas antara lain :

1.    Kejujuran

2.    Empati Terhadap Teman

3.    Saling Menghargai dan Menghormati

4.    Saling Menyayangi

5.    Sopan Santun Sesama Teman dan Guru

6.    Gotong Royong

“Kesepakatan dan Keyakinan Kelas ini ditulis di kertas lipat dan ditempel di  dan ditandatangani oleh Guru Penggerak atau Wali Kelas beserta perwakilan kelas.

 FOTO PEMBUATAN KESEPAKATAN DAN KEYAKINAN KELAS


       


v  PEMBIASAAN YANG SUDAH DILAKSANAKAN DI SMA  PASUNDAN 3 BANDUNG                                    SELAMA INI :

    1. Melantunkan Asma-Ulhusna.

    2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

    3. Mengaji Ayat Suci Al-Quran

    4. Pembiasaan Membantu Orang Tua Di Rumah

    Pembiasaan    membantu    orang tua di rumah seperti menyapu, membereskan rumah, mencuci   

    piring, mengepel, dll. Sebagai wujud bakti Anak terhadap orang tua.

 

FOTO PEMBIASAAN SMA PASUNDAN 3 BANDUNG



                  Mengaji                     Ibadah dan Membantu Orang Tua         Sholat Berjamaah


     Melantunkan Asma-Ulhusna              Menyanyikan Lagu                Gerakan Pungut Sampah
                                                                     Indonesia Raya


 

REFLEKSI

Pelaksanaan Aksi Nyata Budaya Positif yang dilaksanakan Calon Guru Penggerak beserta Anak didik dan  rekan sejawat Alhamdulillah dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pembuatan Kesepakatan dan Keyakina Kelas dilaksanakan dengan penuh antusias dan bermakna. Karena anak didik mendapat wawasan baru yang dapat menguatkan keyakinan mereka terhadap pelaksanaan Budaya Positif yang dilaksanakan di kelas dan sekolah. Hanya Pembuatan Kesepakatan dan Keyakinan Kelas ini belum bisa dilaksanakan pada Semua kelas,

Kemudian Pelaksanaan Webinar Desiminasi Budaya Positif, Alhamdulillah Diikuti 36 orang, diantaranya Kepala sekolah dan Para Wakil Kepala Sekolah, Rekan Guru-Guru, Pengajar Praktik CGP beserta Rekan-rekan CGP telah berjalan dengan baik dan lancar, dan peserta yang hadir telah berpartisipasi aktif dan antusias untuk merespon maupun mengajukan pertanyaan. Semoga Upaya Calon Guru Penggerak untuk “Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan” dapat terwujud dengan baik dan lancar.

Untuk pembuatan Video pembelajaran kolaboratif yang kreatif masih dalam proses, sehingga belum Bisa ditampilkan.

Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi saudara sekalian yang membacanya. Salam Sehat dan Bahagia.

 


Sumber : Modul 1.4 Budaya Positif . Materi Pendidikan Calon Guru Penggerak. Kemendikbud  2022

Komentar

  1. Yang terpenting budaya positif itu hadir dalam aksi yang nyata,menjadi kearifan lokal sekolah dengan mengedepankan keterlibatan seluruh steakholder,semoga.
    Wilujeng calon kepsek terus bergerak,memajukan pendidikan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barakallah..Htr nuhun pisan Kang Doktor Hendra..Kana Supportna..

      Hapus
  2. Pendidikan meruoakan salah satu pilar yg paling penting dalam pembangunan sebuah bangsa oleh karena itu pelaksanaan budaya pisitif disekolah sangat relevan dalam kaitanya menyiapkan generasi yg memiliki jiwa pejuang, pemikir dan pembaharu. Semangat bu Rina !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Alloh..Terima Kasih Banyak Atas Masukan Dan Supportnya..

      Hapus
  3. Balasan
    1. Barakallah..Htr nuhun pisan Pa Ustad Fajar kana Supportna

      Hapus
  4. Budaya positif atau penumbuhan karater disekolah sangat penting sekali untuk membentuk nilai-nilai akhlak mulia , keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Mantap Bu Rina CGP

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barakallah...Htr nuhun Pisan Pa Ali wakasek Kurikulum Pas 3 kana Masukan sareng Supportna.. sukses teras Pa..

      Hapus
  5. Semangat dan tumbuhkan trs Budaya Positif.. sukses selalu Bu Rina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Alloh...Htr Nuhun pisan Pie..kana Supportna..Barakallah..mugia sukses teras..

      Hapus
  6. Aksi nyata budaya positif, untuk membangun karakter generasi yang akan datang, perlu terus dikangun dan dikembangkan semangaat Bu Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Alloh...Htr nuhun pisan kana Masukan sareng Supportna..

      Hapus
  7. Mantap bu Rina.. guru yg selalu menginspirasi banyak orang..
    Sukses selalu ya bu Rin..

    BalasHapus
  8. aksi nyata dari budaya positif itu dapat menciptakan lingkungan yang sehat terhadap civitas akademik, clear and clean.. Haturnuhun bu rina

    BalasHapus
  9. Ass
    Aksi nyata budaya positif yg dikembangkan oleh CGP di Sma Pasundan 3 Bandung berlangsung baik.
    1. Budaya positif yg telah biasa dilaksanakan oleh anak-anak saat ini mendapat dorongan yg kuat dari CGP, karena ybs berkeinginan tinggi untuk nemberikan warna agar agar kegiatan tersebut lebih terbuka dan menarik hingga disenangi tanpa paksaan.
    2. CGP berupaya dengan semangat berkomunikasi untuk mengajak Guru2 yg lain dalam memikirkan aksi terbaik Guru untuk memberikan solusi terkini agar proses PBM benar2 terlaksana dg baik hingga tujuannya tercapai sesuai target yg diharapkan.
    Wass

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam..
      Barakallah..Htr Nuhun Pisan Pa Pupuhu..Kana Support sareng Bantosana Salami ieu. Mugia Kasaean Bapa Di Balas Ku Limpahan Rezeki anu Barokah. Aamiin..YRA..

      Hapus
  10. Kereeen..... Mantaaap... Sukses neng Rin!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barakallah...Htr nuhun pisan Kang Atep Kana Supportna..

      Hapus
  11. Keren bingits...Bu Rina. semoga tergapai visi siswa yang berkahlak mulia. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..Aamiin..YRA..Htr nuhun pa Agus..kana supportna

      Hapus
  12. Bu Rina luar biasa, Semangat Guru Hebat ......

    BalasHapus
  13. Keren Bu Rina, Semangat menulis dan berbagi budaya positif

    BalasHapus

Posting Komentar